Merindukannya
January 23, 2012 Leave a Comment
Berawal dari obrolan sederhana bersama seorang teman. Tentang nama untuk sosok yang saat ini tengah berada di rahim saya. Dan tiba-tiba saja, air mata menetes karena kerinduan yang teramat sangat pada orang yang telah tiga tahun lebih meninggalkan keluarganya. Ayah.
Any itu berasal dari ain, artinya mata. Kalau Rufaidah itu inspirasinya dari kata faedah artinya bermanfaat. Ayah ingin kamu jadi mata yang bermanfaat bukan buat diri sendiri, tapi orang lain. Begitu ayah bilang ketika saya tanya apa arti nama yang dipilihnya untuk anak keduanya tersebut. Jadi kalau ada yang bilang apalah arti sebuah nama, dia mungkin belum pernah bertanya pada orang tuanya atau si pemberi nama.
Dan ketika saya punya kesempatan untuk melihat bagian lain dari dunia, bukan hanya kota tempat saya lahir dan besar, kota tempat saya mengais rupiah, atau kota yang akan saya tinggali nanti bersama keluarga baru, ayah tersenyum bangga. Tapi itu tak pernah dikatakan pada anaknya yang sangat jarang menelepon untuk sekedar bertanya kabar.
Sahabat ayahnyalah yang bercerita, betapa dia bangga. Sebagai petugas kontrol karcis beristrikan penjahit di kampung, dia punya anak yang bisa melihat sebagian kecil negara-negara tetangga yang hanya dikenalnya melalui dunia dalam berita atau sederet cerita di surat kabar. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkannya.
Cerita itu, yang disampaikan penuh haru, mengalir dengan lancar dari bibir sahabat ayah, saat dia berkunjung ke rumah saya untuk bertakziah. Dia datang segera setelah ayah tidak kuat lagi melawan kerusakan beberapa organ tubuhnya setelah setahun lebih terkena stroke.