Proyek Antimalas. Day 9
August 26, 2011 Leave a Comment
Thank you
Ketik satu kata, dua kata. Hapus. Ketik satu kata dua kata. Hapus. Itu yang saya lakukan malam ini ketika ingin membuat tulisan tentang orang-orang yang selama ini menjadi teman terbaik dalam hidup. Saya benar-benar tidak tahu kata-kata apa yang tepat untuk menceritakan betapa hebatnya mereka. Kapan saja, mereka menyediakan jarinya untuk membalas pesan saya berisi pertanyaan atau curhatan tidak penting. Merelakan salah satu telingnya kepanasan untuk menerima telepon saya. Tidak sayang membuang pulsanya sejumlah rupiah untuk menghubungi dan menghibur saya saat gundah gulana. Atau jauh-jauh datang ke rumah sakit, melewati semua kemacetan, menilap sedikit jam kerja untuk memastikan saya baik-baik saja.
Saya cinta mereka. Saya cinta dengan kesabaran mereka. Keterusterangan mereka. Keganasan mereka saat saya mulai membandel dan tidak mau mendengarkan kata-kata mereka. Meski begitu, semarah apapun, mereka akan merentangkan tangan, memeluk, lantas menepuk punggung saya dan meyakinkan semua akan baik-baik saja. Mereka adalah manusia. Tidak selamanya hubungan kita baik. Kekurangajaran saya tak jarang melewati batas toleransi mereka. Tapi rasa sayang yang lebih besar hingga maaf, pemakluman, bisa langsung muncul dari hati mereka. Yang saya tahu, saya cinta mereka. Dan menyayanginya seperti keluarga.
The language of friendship is not words but meanings.
- Henry David Thoreau -