Proyek Antimalas. Day 5
August 22, 2011 2 Comments
Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung.
Setiap bepergian ke luar negeri, saya selalu menyempatkan diri makan di restoran siap saji. Bukan karena saya tidak kreatif mencari makanan, tapi karena saya penasaran dengan penyesuaian menu yang mereka lakukan. Dari beberapa tempat, yang paling saya suka adalah KFC di Bangkok ini. Mereka punya egg tart yang kebetulan kudapan favorit saya. Plus ada ayam bumbu rujak yang rasa asam manisnya pas di lidah. Ada bau-bau daun ketumbar yang jadi khas masakan Thailand, tapi tidak terlalu kuat. Jadi saya masih bisa menoleransi. Ayam dengan potongan jamur es, timun, bawang merah dan beberapa jenis sayur itu jugaa tidak terlalu mahal. Harganya samalah kayak sepaket makanan di restoran siap saji.
Saya lantas membayangkan. Mestinya mereka juga melakukan penyesuaian menu di Indonesia. Kira-kira khas masakan Surabaya apa ya? Petis rasanya. Mungkin bikin menu mirip rujak cingur aja kali ya. Jadi bikin sayur-sayuran, ditambah potongan ayam krispi, lalu disiram dengan bumbu rujak petis. Pasti nyamleng ya.

di indonesia ada penyesuaian di racikan bumbu ayam gorengnya (cmiiw). disini ada ayam goreng yg versi pedes dan versi crispy. beda dari resep ayam goreng yg original recipe-nya colonel sanders. soale orang sini lebih demen makan makanan berbumbu lebih kuat yo mbak, hehe.
wes tah, pokok’e makanan di jawa sini paling cocok sama lidahku. dulu pernah ke arab, ngincipi kebab versi asli timur tengah juga ternyata nggak cocok. disana dagingnya dikit, malah lebih banyak potongan kentang di dalamnya. tanpa mayones. kesereten… enak’an kebab sini, isinya daging dg mayones meluber
Iyooo, kalo ndak berbumbu itu rasanya males makan. rawon itu kuran berbumbu apa coba. wis kuat banget rasane. hehehe. waah. kebab di negara aslinya gak enak yah atau emang pedagangnya pelit? hehehehehe