Proyek Antimalas. Day 2
August 19, 2011 Leave a Comment
Biaya Belajar
Hari ini saya melakukan pengakhiran polis unit link di salah satu perusahaan asuransi yang lumayan besar dan terkenal. Memang sih di luar sana sedang ramai pro kontra tentang unit link, tapi alasan penutupan saya bukan karena itu. Saya merasa produk tersebut tidak sesuai dengan yang saya butuhkan. Ini murni kesalahan saya karena tidak cerewet bertanya atau meng-google lebih dulu tentang produk tersebut sebelum memutuskan untuk mengambilnya.
Jadi awalnya saya ingin berinvestasi. Datanglah tawaran investasi sekaligus asuransi. Saya sempat bertanya dan sedikit membandingkan, namun karena banyaknya istilah yang menurut saya rumit plus yang menawarkan adalah sahabat, akhir kata, saya pun mengambilnya. Sebenarnya sejak awal saya merasa agak aneh karena uang yang diinvestasikan hanya 20 persen pada tahun pertama, lalu naik menjadi 30 persen, 50 persen, 70 persen dan kemudian 100 persen. Tapi katanya, uang yang hilang merupakan instrumen biaya yang memang diambil di depan. Jadi berikutnya, saya akan bebas biaya.
Tapi jeng jeng, ketika laporan per enam bulan masuk. Saya tetap kena biaya. Dan jumlahnya cukup banyak. Ketika pertama saya punya 100 unit, dan enam bulan berikutnya tinggal 90 unit. Nah loh, saya kan bingung. Kalau kerugian tersebut karena naik turun harga unit, mungkin saya masih oke. Namanya juga investasi. Lah ini malah karena biaya. Bingunglah saya. Mungkin ada yang bilang unit link adalah investasi jangka panjang, tapi kalau hanya dalam enam bulan yang hilang cukup banyak, maka saya ragu bisa mendapat keuntungan.
Setelah browsing kesana kemarin, saya memutuskan untuk menutup produk tersebut senyampang kerugian saya masih belum banyak. Masih tahun pertama. Kenapa saya tutup, alasan terbesar adalah saya pilih produk dengan investasi sebagai komposisi terbesar. Premi asuransinya sangat kecil. Karena itu uang pertanggungannya juga kecil. Plus, produk tersebut tidak ada keuntungan tambahan lainnya. Nah daripada begitu, mending saya pilih asuransi jiwa plus kesehatan. Sedangkan investasi, saya bisa pilih produk lainnya.
Kata petugas yang saya tanya, unit link itu menguntungkan asal dananya cukup besar. Sebab, ketika uang yang diinvestasikan melebihi nominal uang pertanggungan, maka instrumen biaya akan hilang. Thus, investasi unit link bisa jadi maksimal karena tidak ada potongan. Atau dengan sering top up alias memasukkan dana tambahan diluar premi yang ditentukan. Untuk pegawai seperti saya yang penghasilannya tetap tiap bulan, top up cukup sulit karena gaji sudah teralokasi untuk berbagai kebutuhan.
Karena saya tutup, premi yang telah dibayarkan jelas hilang. Sedih sih karena nominalnya lumayanlah kalau buat saya. Tapi tidak apa-apa. Saya anggap itu sebagai biaya belajar. Yang saya share disini murni pengalaman pribadi. Soal pro kontra, saya tidak mau ikut masuk di dalamnya. Lagi pula, mungkin saya tidak cocok dengan unit link karena tidak sesuai dengan kebutuhan. Mungkin ada orang lain yang cocok karena kebutuhan masing-masing individu pasti berbeda. So, pertimbangkan dulu masak-masak sebelum ambil atau menutup unit link.